Pergi Umroh, Wajib atau Sunnah?

  • by
Pergi Umroh, Wajib atau Sunnah? 1

hukum umroh wajib atau sunnahUmroh adalah haji kecil yang bisa dilaksanakan sepanjang tahun tanpa harus menunggu waktu tertentu. Nah, apa hukum pergi umroh apakah wajib atau sunnah? Lanjutkan membaca..

Pertanyaan:  Pergi Umroh, Wajib atau Sunnah? 

Jawab:

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah.

Para ulama telah sepakat atas disyari’atkan dan keutamaan pergi umroh.

Perbedaan pendapat ada pada apakah hukum pergi umroh wajib atau sunnah?

Pendapat Pertama: Umroh adalah Sunnah, Tidak Wajib

Imam Malik dan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa hukum umroh adalah sunnah (mustahab) dan tidak wajib, pendapat ini juga dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimyah.

Pendapat mereka tentang tidak wajibnya umroh berlandaskan pada hadits riwayat At-tirmidzi, dari Jabir bahwasanya Nabi Shallallahu’alaihiwasallam pernah ditanya tentang umroh, apakah ia wajib? beliau menjawab, “tidak, tapi jika engkau pergi umroh itu yang terbaik.”

Tapi hadits ini berstatus lemah (dho’if). Hadits ini dinilai lemah oleh Asy-syafi’i, Ibnu ‘Abdil barr, Ibnu Hajar, An-nawawi dan Al-albani dalam kitab Dho’if At-tirmidzi, dan juga didhoifkan oleh selain mereka.

Imam Asy-syafi’i berkata: “hadits ini lemah, hadits (lemah) semacam ini tidak dapat dijadikan argumen (hujjah). Tidak ada satupun dalil yang sahih tentang sunnahnya umroh.”

Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “(Sunnahnya umroh) itu diriwayatkan dengan sanad yang tidak shohih, dan tidak bisa dijadikan acuan.”

Imam Nawawi didalam kitab Al-majmu’ berkata: “Para hafidz (hadits) sepakat bahwa hadits tersebut lemah (dho’if).”

Baca juga:  Cara Cek Perusahaan PT Resmi atau Palsu Secara Online agar Tidak Tertipu

Diantara indikasi bahwa hadits ini lemah ialah, Jabir radhiyallahu’anhu (perawi) sendiri, telah ada pendapat dari nya tentang wajibnya pergi umroh seperti yang akan kami jelaskan berikut.

Pendapat Kedua: Umroh Wajib

Imam Syafi’i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa melakasanakan umroh hukumnya wajib, dan Imam Al-Bukhari lebih memilih pendapat ini. Semoga Allah merahmati mereka semua.

Kelompok yang mewajibkan umroh mengemukakan beberapa dalil, diantaranya:

Hadits riwayat Ibnu Majah (2901) dari ‘Aisyah, ia berkata: aku bertanya: Wahai Rasulullah, apakah ada jihad untuk wanita? beliau menjawab: “Ya, atas wanita jihad tanpa peperangan, yaitu haji dan umroh.” Imam Nawawi dalam kitab “Majmu”’ nya berkata: sanadnya sahih berdasarkan standar Al-bukhari dan Muslim. Demikian juga Al-albani menyatakan shohih dalam kitab shahih ibnu majah. Sisi pendalilannya adalah pada kalimat Nabi Shallallahu’alaihiwasallam   (عَلَيْهِنَّ) yang bermakna wajib.

Hadits Jibril yang populer, ketika Nabi Shallallahu’alaihiwasallam  bertanya tentang islam, iman, ihsan dan kiamat dan tanda-tandanya, dalam riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ad-Daruquthni, dari Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu, pada hadits tersebut terdapat tambahan penyebutan umroh bersama haji. Isi teks (nashnya) ialah, “Islam adalah bahwa engkau bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan engkau melaksanakan haji dan umroh, mandi junub, menyempurnakan wudhu, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.” Ad-daruquthni berkata: sanad hadits ini kokoh dan shohih.

Hadits riwayat Abu Dawud (1799) dan An-nasai (2719) dari Ash-shubbi bin Ma’bad ia berkata, “dulu aku adalah seorang arab badui kristen, aku pernah mendatangi Umar dan berkata padanya: “Wahai amirul mu’minin, sungguh aku telah masuk islam, dan aku dapatkan haji dan umroh telah wajib bagiku, lalu aku melaksanakan keduanya.” maka umar berkata: “sungguh engkau telah diberi petunjuk pada sunnah Nabi mu Shallallahu’alaihiwasallam .”

Pendapat sekelompok sahabat, diantaranya Ibnu Abbas, Ibnu ‘Umar dan Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu’anhum. Jabi berkata: “Tidak seorang muslim pun kecuali wajib baginya melaksanakan umroh.” (riwayat Ibnu Jahm Al-maliki dengan sanad yang hasan)

Baca juga:  "Human Compost" Mayat Manusia dijadikan Pupuk Kompos?

Imam Al-bukhari berkata: “bab wajibnya umroh dan keutamaannya, dan Ibnu ‘Umar ia berkata: Tidak seorangpun kecuali wajib atasnya haji dan umroh. Ibnu Abbas berkata: Sesungguhnnya umroh adalah pendamping haji dalam kitab Allah “dan sempurnakanlah haji dan umroh mu hanya karena Allah.” (Al-baqarah : 166)  Perkataannya “pendampinya” bermakna “pendamping wajibnya haji.”

Syaikh Bin Baz berkata, “pendapat yang lebih tepat adalah bahwa umroh itu wajib sekali seumur hidup (bagi yang mampu) sebagaimana haji.” (Majmu’ Fatawa Ibn Baz 16/355)

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dalam kitab Asy-syarh Al-mumti’ (7/9) berkata: “Para ulama berbeda pendapat tentang apakah umroh itu wajib atau sunnah? yang lebih tepat bahwa umroh adalah wajib.”

Dalam Fatwa Lajnah Daimah (komisi tetap fatwa Arab Saudi) 11/317 disebutkan : Yang benar diantara dua pendapat para ulama adalah bahwa umroh hukumnya wajib, berdasarkan firman Allah Ta’ala :

“Dan sempurnakanlah haji dan umroh mu hanya karena Allah.” (Al-baqarah : 166)

Baca juga:  Bagaimana Cara Mengukur Meja Anda Agar Pas Dengan Ruangan

dan juga berdasarkan hadits-hadits yang menunjukkan wajibnya umroh.

Kesimpulan

Pendapat yang lebih kuat dari dua pendapat diatas adalah yang mengatakan bahwa hukum umroh adalah wajib bagi yang mampu berdasarkan ayat dan hadits-hadits shohih. Adapun pendapat yang mengatakan umroh hanya sunnah, berdasarkan hadits yang tidak shohih dan tidak bisa dijadikan landasan hukum.

Mulai sekarang, menabunglah dan prioritaskan, jika memiliki rizki lebih untuk melaksanakan haji dan umroh, atau jika belum mampu haji untuk melaksanakan umroh saja. Jika Anda berniat wisata ke luar negeri, prioritaskan kewajiban terlebih dahulu yaitu haji dan umroh.

Wallahu’alam

Sumber : islamqa.info

Ingin umroh sesuai sunnah dengan pembimbing ahli lulusan tim-teng? klik disini