Pengertian Baja Ringan, Jenis, Kegunaan dan Harganya

  • by
rangka atap baja ringan zincalume galvalum

Pengertian Baja Ringan, Jenis, Kegunaan dan Harganya – Baja ringan adalah sebuah inovasi teknologi dalam dunia konstruksi. Jenis logam ini sudah menjadi alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan dengan bahan material lainnya. Maka tidak heran, material ini menjadi primadona yang sangat laris di dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

Apa yang membuat material ini begitu diminati? apa kelebihan dan kekurangannya, apa saja jenisnya dan aplikasi/kegunaannya, dan berapa harganya? Baca terus artikel untuk mencari tahu.

Nama

Di Indonesia kita mengenalnya dengan nama baja ringan. Disebut demikian, karena material ini memang memiliki bobot yang lebih ringan dibandingan dengan material sejenis lainnya. Tapi nama yang umum dikenal di dunia adalah zincalum  atau galvalume.

Oleh karena itu, pada artikel ini kami akan menggunakan salah satu dari nama diatas secara bergantian sebagai sinonim. Kami harap Anda tidak merasa bingung.

Pengertian: Apa itu Baja Ringan?

Baja ringan adalah jenis besi baja yang dilapisi dengan  Zinc (seng) dan Aluminium.

Nama resminya adalah Zincalume atau sebagian orang menyebutnya dengan Galvalume. (sumber) Hanya saja di Indonesia, kita lazim menyebutnya dengan baja ringan.

Lapisan zincalume terdiri dari perpaduan antara 55% aluminium, 43.5% seng dan  1.5% silicon. Dengan lapisan ini, zincalume menjadi lebih tahan terhadap korosi dan anti karat.

Baca juga:  Pengertian Galvalum, Ketebalan, Aplikasi dan Jenis Logam

Proses Pembuatan Baja Ringan

Proses pembuatannya dimulai dari, gulungan plat besi/baja pertama diproses pada mesin untuk dihilangkan kotoran, minyak dan karat yang melekat padanya.

hot rolled steel coil sheet

Gulungan besi (hot rolled steel coil sheet) bahan baku untuk pembuatan galvalum

Kemudian gulungan yang sudah dibersihkan dari karat ini diproses untuk ditipiskan sesuai dengan ketebalan yang diinginkan.

Selanjutnya adalah proses coating yang juga disebut dengan Hot Dip Galvinizing. Gulungan baja yang telah ditipiskan dicelupkan pada leburan seng dan alumunium, untuk proses coating.

Setelah proses coating selesai, produk zincalume kemudian dicelupkan kedalam air untuk mendinginkan dan mengeokohkan lapisan, kemudian dikeringkan.

Setelah itu, maka produk zincalume telah selesai, maka tinggal proses pembentukan menjadi berbagai macam bentuk sesuai pesanan pelanggan, seperti untuk atap, tiang, rangka dan lainnya. Galvalum yang digunakan untuk atap biasanya diberi tambahan cat warna sesuai perminataan.

atap baja ringan galvalume zincalume

Salah satu produk atap galvalume

Sejarah

Baja ringan awalnya dibuat di Betlehem Steel pada tahun 1972 dengan merek dagang Galvalume®.  Namun, kemudian nama merek Galvalum digunakan orang sebagai nama umum untuk produk atap logam yang dilapisi dengan logam campuran (zinc dan aluminium). (sumber)

Jenis Baja Ringan

Sebenarnya zincalume atau yang populer kita sebut dengan baja ringan hanya ada satu jenis yaitu zincalume. Hanya saja ada banyak ragam merek dan pabrikan dari bahan baja ringan itu sendiri.

Meski demikian, ada sedikit perbedaan, bahwa pada sebagian merek, selain campuran utama aluminium dan zinc, ada tambahan silicon sekitar 1 persen pada campuran coatingnya, sehingga membuatnya lebih elastis.

Baca juga:  Berapa Lama Atap Galvalum Bisa Bertahan?

Perbedaan Zincalume dan Galvanized Steel

Perbedaan baja ringan (zincalume) dengan galvanized steel, adalah bahwa lapisan zincalume terdiri dari zinc (seng), alumunium dan kadang ditambahkan silicon. Adapun lapisan pada galvanized steel hampir seluruhnya menggunakan zinc (seng).

galvanized steel proses

Proses pengangkatan besi / baja yang telah dicelupkan ke dalam leburan seng, untuk menghasilkan galvanized steel, atau besi yang telah di galvanisasi.

Zincalume (galvalum/baja ringan) biasanya dibuat dari plat besi tipis, untuk digunakan sebagai atap atau konstruksi ringan.

Sedangkan galvanized steel adalah logam besi apa saja yang dilapisi dengan leburan zinc. Contohnya tiang listrik, kolom baja, dll. Besi-besi tersebut dilapisi dengan zinc yang disebut dengan galvanisasi, tujuannya agar logam lebih tahan lama dan anti karat.

Kelebihan dan Kekurangan

Ada banyak kelebihan penggunaan baja ringan untuk konstruksi. Namun, disamping keunggulan, ada juga kekurangannya.

Keunggulan:

    1. Material lebih ringan. Ini memungkinkan proses pembangunan dengan lebih cepat, tanpa perlu pada peralatan berat. Setiap peralatan dan material dapat diangkut dengan tangan.
    2. Tahan lama dan anti karat. Lapisan campuran zinc dan aluminium membuat material anti korosi dan anti karat
    3. Mudah dirawat dan diperbaiki, bisa menghemat waktu dan uang.
    4. Tahan panas. Galvalum memiliki kemampuan menahan panas tinggi, sampai 300 derajat celcius.
    5. Memantulkan panas. Galvalum mampu memantulkan panas dua kali lipat daripada logam selainnya. Oleh karena itu, galvalum/zincalume sering dijadikan sebagai lmaterial lapisan penahan panas.
    6. Lebih ekonomis. Tidak diragukan lagi zincalume lebih murah dari logam sejenisnya.

Kekurangan:

Meskipun banyak kelebihannya, baja ringan juga beberapa kekurangan yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  1. Tidak dapat dilas (welding). Lapisan dasar pada galvalum mengandung zat mangan yang tinggi. Karena itu galvalum tidak dapat dilas menggunakan las biasa, material hanya dapat disambung satu sama lain menggunakan paku rivet, baut atau cara lainnya.
  2. Tidak cocok untuk lapisan lantai. Baja galvalum mengandung lapisan aluminium yang rentan terhadap reaksi kimia jika bersentuhan dengan asam. Karena itu, ia tidak cocok untuk material lantai.
  3. Memiliki keterbatasan ketebalan, baik plat maupun lapisan (coatingnya)
Baca juga:  Harga Atap Spandek Galvalum Terbaru

Aplikasi Baja Ringan

Baja ringan, galvalum, atau zincalume dapat diolah dan dicetak menjadi berbagai bahan baku konstruksi, diantaranya:

Atap

Diantara penggunaan yang umum zincalume adalah untuk atap (roofing). Atap galvalum misalnya sering digunakan sebagai atap kanopi, gazebo, gudang, pabrik, carport, dll.

Tiang

Selain atap, material ini juga dapat dibentuk untuk tiang pada konstruksi ringan.

Rangka

Konstruksi menggunakan rangka baja ringan saat ini begitu ramah. Hal ini tidak mengherankan,  karena selain biaya lebih murah, instalasi yang lebih cepat juga berbagai kelebihan lainnya.

Harga Baja Ringan

Produk baja ringan tentunya bervariasi, maka harganya juga beragam tergantung jenis produk apa.

Tapi umumnya masyarakat mencari produk atap, reng dan canal C untuk membuat kanopi.

harga produk baja ringan

Untuk harga reng ada pada kisaran Rp 30rb per batang, canal C kisaran Rp 63rb per 6 meter. Adapun untuk harga atap tergantung kualitas dan ketebalan. Harga paling rendah mulai dari  Rp 60rb dan paling mahal sampai dengan Rp 90rb

Demikian sedikit ulasan mengenai pengertian, sejarah, aplikasi, kelebihan dan kekurangan, dan harga sebagian produk galvalum (zincalume). Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan Anda.

 


Referensi:

  • http://www.understandconstruction.com/light-gauge-steel-construction.html
  • https://www.englertinc.com/blog/architects-notes-the-differences-between-galvalume-and-galvanized-in-metal-roofing-projects/
  • http://www.camelppgi.com/disadvantages-galvalume-steel-sheet/