Inilah Bentuk Asli Ka’bah yang Jarang Diketahui

bentuk asli Kabah di Makkah

Umumnya kita mengenal bangunan Ka’bah berbentuk kotak atau kubus, karena begitulah adanya bentuk bangunan Ka’bah saat ini. Tapi, tahukah Anda bahwa ketika awal dibangun di masa Nabi Ibrahim, Kiblat ummat Islam sedunia yang terletak di kota suci Makkah ini sedikit berbeda bentuknya dari yang sekarang?

Pada saat dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Isma’il ‘alaihimassalam Ka’bah memiliki bentuk persegi panjang dengan salah satu ujungnya berbentuk setengah lingkaran. Hal ini karena area yang saat ini kita kenal dengan Hijr Ismail  merupakan bagian dari bangunan Ka’bah yang dibangun oleh kedua Nabi tersebut. Selain itu, bangunan Ka’bah yang dibangun Nabi Ibrahim memiliki dua pintu, dan pintunya rendah, tidak tinggi seperti saat ini.

Karena itu, ketika melakukan ibadah thawaf, kita dilarang untuk memotong melalui Hijr Ismail, karena area ini termasuk bagian dari Ka’bah. Orang yang thawaf melewati hijr maka thowafnya tidak sah, dan ia harus mengulanginya.

Orang yang sholat di dalam Hijr Ismail, berarti sama dengan sholat di dalam Ka’bah, karena area ini aslinya adalah bangunan Ka’bah itu sendiri.

Sejarah Kenapa Hijr Ismail Tidak Disatukan dengan Bangunan Ka’bah

area hijr ismail termasuk dari bangunan kabah
Area hijr isma’il termasuk dari bangunan Ka’bah yang dibangun oleh Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalam

Jika Hijr Ismail merupakan bagian dari bangunan Ka’bah asli yang dibangun oleh nabi Ibrahim dan Ismail, yang menjadi pertanyaan adalah kenapa bangunan tersebut tidak disatukan?

Tahukah Anda bahwa bangunan Ka’bah sejak dibangunnya di masa Ibrahim, telah banyak mengalami renovasi karena bencana alam?

Ceritanya ketika kota Makkah dilanda banjir besar di masa Jahiliyah, banyak bangunan di kota Makkah rubuh dan rusak, termasuk bangunan Ka’bah.

Kaum Quraisy bersepakat menggalang dana untuk membangun kembali Ka’bah yang runtuh tersebut. Meskipun mereka orang jahiliyah, mereka tetap menganggap Ka’bah sebagai bangunan suci yang dibangun oleh nenek moyang mereka Ibrahim. Oleh karena itu mereka mensyaratkan dalam pembangunannya tidak boleh berasal dari harta yang mereka anggap haram, seperti harta judi, riba dan lainnya. Harta yang dikumpulkan harus dari harta halal.

Related post:  Pemerintah Saudi Karantinal Total Makkah-Madinah Warga Tidak Boleh Keluar 24 Jam

Walhasil, dana yang terlkumpul tidak cukup untuk membangun Ka’bah secara penuh seperti sedia kala, mereka hanya mampu menyelesaikan separuh, tanpa memasukkan hijr Ismail kedalam Ka’bah. Mereka juga membuat pintu Ka’bah lebih tinggi dari sebelumnya supaya lebih leluasa mengontrol siapa yang boleh masuk kedalamnya dan siapa yang tidak.

Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkeinginan untuk membangun kembali Ka’bah seperti yang dibangun oleh Nabi Ibrahim, sebagaiman yang tertuang dalam sebuah hadits:

عن عائشة قالت قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم لولا حداثة عهد قومك بالكفر لنقضت الكعبة ولجعلتها على أساس إبراهيم فإن قريشا حين بنت البيت استقصرت ولجعلت لها خلفا

Dari ‘Aisyah -radhiyallahu’anha- berkata, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berkata padaku: “Seandainya bukan karena barunya masa kekafiran kaum mu, niscaya akan aku hancurkan Ka’bah lalu aku bangun seperti asas yang dibangun oleh Ibrahim, karena Quraisy ketika membangun kembali Ka’bah mereka bangun tidak sempurna, dan akan aku buatkan untuknya pintu (keluarnya).” (HR. Muslim)

Dari hadits diatas dan hadits-hadits lainnya menjelaskan kepada kita bahwa bangunan Hijr Ismail termasuk bagian dari bangunan Ka’bah, dan ia memiliki dua pintu, yang satu untuk masuk dan yang lain untuk keluar.

Related post:  Pergi Umroh, Wajib atau Sunnah?

Keinginan untuk menghancurkan dan membangun kembali Ka’bah beliau urungkan karena mudhoratnya lebih besar dari manfaatnya. Hal itu karena pada masa itu, kaum Quraisy baru saja memeluk Islam setelah fathu Makkah dan tradisi masa lalu masih kuat melekat di benak mereka yang menganggap bangunan Ka’bah sebagai bangunan sakral. Karena itu Nabi shallallahu’aihi wa sallam mengurungkan niat tersebut agar tidak terjadi keributan.

Masa Kepemimpinan ‘Abdullah bin Zubair di Makkah

Keinginan Rasulullah untuk membangun kembali Ka’bah seperti asas Ibrahim bukan tidak pernah terlaksana. Pada masa perebutan kekuasaan antara Bani Umayyah (Marwan bin Hakam/Abdul Malik bin Marwan) dan Abdullah bin Zubair bin Awwam yang saat itu menguasai Hijaz dan Makkah, kota Makkah diserang oleh pendukung Bani Umayyah yang menyebabkan Ka’bah rusak.

Abdullah bin Zubair akhirnya membangun kembali Ka’bah seperti keinginan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah mendengar hadits dari bibi beliau ‘Aisyah radhiyallahu’anha istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang keinginan beliau untuk membangun Ka’bah seperti asas Ibrahim ‘alaihissalam.

Setelah Ibnu Zubair kalah dari pasukan bani Umayyah, kekuasaan ummat Islam dipegang oleh Bani Umayyah yang saat itu dipimpin oleh Abdul Malik bin Marwan.

Abdul Malik menerima laporan dari panglimanya, Hajjaj bin Yusuf Ats-tsaqafi, tentang bangunan Ka’bah yang telah diubah oleh Abdullah bin Zubair, dan ia saat itu belum mengetahui tentang kebenaran hadits ‘Aisyah diatas. Maka Abdul Malik memerintahkan agar bangunan Ka’bah dirubah seperti sebelumnya.

Related post:  Pemerintah Saudi Karantinal Total Makkah-Madinah Warga Tidak Boleh Keluar 24 Jam

Namun, setelah itu Abdul Malik menyesali keputusannya sesudah ia mengkonfirmasi kebenaran hadits ‘Aisyah radhiyallahu’anha diatas dan ia berharap seandainya ia membiarkan bangunan Ibnu Zubair tersebut. Namun apa daya, keputusan sudah berlalu.

Masa Imam Malik bin Anas

Pada zaman Imam Malik bin Anas, pemerintahan telah berpindah dari bani Umayyah kepada bani Abbasiyah yang pada saat itu kekhalifahan dipegang oleh Harun Ar-rasyid (sebagian mengatakan Abu Ja’far Al-Manshur). Khalifah meminta pendapat kepada Imam Malik bagaimana seandainya Ka’bah dirobohkan dan dibangun kembali sesuai dengan asas Ibrahim seperti keinginan Rasulullah.

Akan tetapi, Imam Malik tidak setuju dengan hal tersebut, alasan beliau:

“Aku takut apabila Ka’bah kelak akan menjadi alat permainan para penguasa, lalu kewibawaannya hilang dari hati kaum Arab.”

Demikianlah kisah singkat tentang revolusi bangunan Ka’bah yang sampai saat ini bentuknya masih seperti yang dibangun oleh kaum Quraisy dimasa sebelum Nubuwah. Semoga bermanfaat.

Scroll to Top
Copy link
Powered by Social Snap