5 Faktor Mengubah Tempat Kerja agar Menyenangkan (Bag. 2)

penggunaan workstation dengan panel

Ini adalah tulisan sambungan bag. ke 2 dari tulisan sebelumnya yang berjudul 5 Faktor Mengubah Tempat Kerja agar Menyenangkan 

3. Kenyamanan Visual

Jika dapat dijelaskan secara ringkas, kenyamanan visual dapat didefinisikan dengan kondisi pencahayaan dan lansekap dari sebuah tempat kerja  atau kantor.

Desain arsitektur dari sebuah ruangan memiliki dampak langsung terhadap kondisi pencahayaan sebuah kantor, dan pencahayaan berpengaruh langsung terhadap kelayakan dan produktifitas para pekerja/karyawan.

Ruangan kantor yang dipenuhi dengan perkakas dan barang-barang, demikian juga denah kantor yang terbuka (open-plan office) telah membuktikan berpengaruh buruk terhadap kenyamanan visual orang-orang yang berada didalamnya. Termasuk juga bentuk geometris dari jendela, fotometri dari permukaan, jumlah bendak yang tampak, benda dan furnitur yang memantulkan cahaya, dll.

4. Kualitas udara dalam ruangan

Untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan kantor, setidaknya ada dua strategi yang telah dilaksanakan pada desain sebuah bangunan, yaitu:

  1. Meningkatkan jumlah ventilasi udara yang pada gilirannya akan mengurangi persentase pencemaran udara;
  2. Mengurangi sumber polisi baik di dalam maupun di sekitar ruangan.

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa meningkatkan pasokan udara dari luar pada lingkungan non industri dapat meningkatkan kualitas udara dan mengurangi konsentrasi pencemaran udara di dalam ruangan.

Tingkat pasokan udara dari luar ruangan harus sesuai porsinya dengan tingkat polusi yang ada di dalam ruangan; meskipun demikian, tingkat polusi di dalam ruangan bisa beragam tergantung pada jumlah orang yang berada dalam suatu ruangan.

Riset menemukan bahwa ketidak nyamanan tempat kerja berkisar antara 30-200 peren lebih sering terjadi pada bangunan yang menggunakan ventilasi mekanis.

Penggunaan ventilasi alami juga telah membuktikan manfaatnya, dapat menghemat energi yang lumayan terhadap penggunaan sistem AC (air conditioning).

Meskipun demikian, ventilasi alami juga dapat berbahaya pada kota yang memiliki polusi udara luar ruangan yang tinggi.

5. Sick Building Syndrom (SBS)

SBS adalah masalah kompilasi kesehatan yang disebabkan oleh faktor-faktor yang sering diabaikan ketika bersinggungan dengan kualitas lingkungan dalam ruangan.

Menutup akses udara alami dari luar, penggunaan material bangunan yang tidak teruji dan tidak berizin, furnitur, cetakan, tungau debu, dan peralatan kantor (printer, PC, dll …) semuanya adalah faktor yang berkontribusi pada penyakit SBS.

Pekerja yang mengalami SBS memiliki gejala diantaranya iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan, sakit kepala, batuk, sensitif terhadap cahaya, dan lainnya.


referensi:  https://www.archdaily.com/933042/factors-that-transform-a-workplace-into-a-happy-place

 

SEBELUMNYA (BAG. 1)

Scroll to Top
Copy link
Powered by Social Snap