7 Hal yang Interior Desainer tidak Ingin Anda Ketahui

7 Hal yang Interior Desainer tidak Ingin Anda Ketahui

Apakah Anda baru pindah ke rumah baru dan memerlukan seorang desainer interior untu mendesign interior Anda?

Atau mungkin Anda sudah bosan dengan dekorasi interior rumah  dan kantor yang lama dan ingin memiliki suasana baru?

Menyewa jasa desain interior profesional mungkin adalah ide yang baik untuk tugas itu, terutama jika Anda tidak tahu harus memulai dari mana.

Namun, sebelum itu perlu diingat bahwa jasa interior desain adalah bisnis, dan pastinya dalam bisnis pasti ada tips dan trik yang mereka tidak ingin klien ketahui.

Oleh karena itu, berikut ini ada 7 tips yang mungkin sebaiknya Anda ketahui sebelum memanggil jasa desain interior ruangan rumah Anda.

1. Mereka Mungkin tidak Suka dengan Desain Pilihan Anda

Seorang desainer interior ada tentu untuk memberikan kepada Anda sebuah desain / dekorasi rumah yang Anda sukai, tapi itu bukan selalu berarti bahawa mereka senang dengan preferensi Anda.

Sama halnya Anda mungkin tidak suka dengan semua ide desain interior mereka, maka jangan merasa tersinggung jika mereka mencoba untuk mengarahkan Anda pada ide design yang lain.

Sebagian ide Anda mungkin tidak cocok dengan desain keseluruhan ruangan, tapi sebagian yang lain akan terlihat sempurna. Maka tentukan unsur-unsur yang paling penting untuk untuk Anda dan pastikan agar hal itu termasuk dalam desain ruangan Anda.

2. Budget (Biaya) Masih bisa “Dimainkan”

Seorang desainer interior ingin design yang terbaik untuk rumah Anda dan itu tidak selalu sejalan dengan budget kecil. Kabar baiknya adalah, budget masih bisa “dimainkan” dengan hasil desain istimewa.

Misalnya, jika jasa desainer Anda menyarankan untuk mengganti sebuah gorden baru, pikirkan sejenak untuk melihat pilihan lain yang mungkin bisa lebih hemat. Demikian juga pada area lain seperti lemari, produk lemari costum mungkin akan terlihat sempurna, tapi akan lebih mahal dibandingkan dengan barang stok.

Lihatlah opsi alternatif lain yang mungkin lebih hemat tanpa mengurangi kualitas desain Anda.

3. Proyek Desain Interior Anda mungkin bukan Prioritas Mereka

Jasa desain interior mungkin akan mengatakan bahwa proyek rumah Anda adalah prioritas mereka, tapi kemungkinan mereka sangat sibuk dan Anda ada pada urutan client paling bawah – sebagian klien mereka mungkin lebih bergengsi dari Anda, karena itu mereka mendapat perhatian dan waktu lebih.

Oleh karena itu, pastikan Anda mendapatkan garis-garis komunikasi yang jelas. Pada saat mereka sedang mengerjakan proyek desain interior di rumah lain, pastikan kapan waktu-waktu Anda dapat berhubungan dengan mereka.

Anda juga perlu memastikan bahwa walaupun Anda bukan satu-satunya klien mereka, proyek interior rumah Anda harus tetap dipentingakan. Memeriksa referensi dapat membantu memastikan bahwa Anda adalah prioritas teratas.

4. Tidak Masalah untuk berkata “Tidak”

Mengungkapkan bahwa Anda tidak suka sebagian ide mereka bisa jadi tidak mudah, tapi ketahuilah bahwa desainer interior Anda tidak akan tersinggung jika Anda tidak suka dengan sebuah ide.

Anda membayar mereka untuk menciptakan proyek yang Anda sukai dan itu tugas mereka untuk memastikan bahwa proyek sesuai keinginan Anda. Jika mereka menambahkan suatu elemen yang tidak Anda sukai, maka jangan ragu untuk menggantinya.

Sementara desainer interior mungkin tidak suka dengan pilihan desain Anda, tapi keputusan akhir ada pada Anda bukan terserah mereka.

Ingatlah, proyek itu adalah rumah Anda, bukan proyek mereka, maka keputusan akhir adalah milik Anda, elemen mana yang harus ada dan mana yang harus disingkirkan.

5. Kualitas Terbaik dengan Harga Lebih Murah?

Kemudian, dari segi pilihan jasa interior itu sendiri Anda masih bisa mendapakan desainer terbaik dengan biaya lebih murah.

Hanya karena mereka mengklaim bahwa jasa mereka yang terbaik, bukan berarti Anda tidak bisa mendapatkan jasa interior design lainnya yang tidak kalah berkualitas.

Seorang pemula atau mahasiswa jurusan interior desain mungkin akan sudi mengambil proyek Anda untuk tambahan uang saku mereka, dengan layanan terbaik dengan setengah harga.

Cari rujukan dari orang yang Anda kenal atau teman yang pernah memakai jasa interior desain. Perikasalah setiap jasa interior yang disarankan kepada Anda dan pastikan ide mereka cocok dengan Anda.

Sisihkan waktu Anda untuk mencari desainer terbaik. Meskipun ada pepatah mengatakan bahwa “ada harga ada kualitas”, tapi, Anda berhak untuk mencari desainer yang dapat memberikan layanan seperti keinginan Anda dan yang sesuai budget Anda.

6. Jangan Abaikan Pilihan Anda

Interior desainer Anda mungkin seorang profesional di bidangnya, tapi mereka juga memiliki preferensi (pilihan) dan ide desain sendiri. Jika Anda membiarkan pilihan desain terlalu terbuka, Anda mungkin akan menyadari di kemudian hari bahwa desain interior Anda adalah sesuai selera desainer Anda, bukan selera pilihan Anda.

Hal ini juga menjadi tanda buruknya kualifikasi desainer tersebut, tugas utama mereka adalah mendesain untuk Anda, bukan untuk mereka sendiri.

Pastikan Anda mendiskusikan desain yang bagaimana yang Anda inginkan, sebelum Anda menjadi menjadi tukang cicip dari rasa dan hobi mereka.

Tunjukkan kepada jasa desain Anda gambar desain yang Anda suka, warna yang Anda inginkan, dan kain yang Anda kagumi.

Sangat penting di awal-awal Anda menjelaskan apa yang Anda inginkan dan butuhkan, dan bahwa finishingnya harus sesuai visi Anda.

7. Semuanya tidak Mesti Baru

Sementara membeli segala item dengan yang baru berarti “rezeki” bagi interior desainer Anda, kadang sebagian barang yang Anda miliki masih berfungsi sepenuhnya dan tidak perlu diganti dengan yang baru.

Sebelum mereka membeli item-item baru, patikan dulu Anda telah mendiskusikan ke mereka barang apa saja yang ingin Anda perbaharui di ruangan interior rumah Anda.

Selanjutnya, daripada membeli yang baru,  mungkin Anda bisa mendapatkan barang bekas serupa dari penjual barang bekas. Anda hanya perlu sedikit memolesnya untuk kembali cantik seperti baru. Dengan demikian Anda dapat menekan biaya dekorasi lebih hemat.


Referensi:

https://freshome.com/inspiration/10-things-interior-decorators-dont-want-you-to-know/

8 Tips yang Harus Anda Ketahui Sebelum Membeli Rumah (Bag. 2)

Bag. 2 - 8 Tips yang Harus Anda Ketahui Sebelum Membeli Rumah

Ini adalah sambungan dari tulisan sebelumnya yang berjudul: 8 Tips yang Harus Anda Ketahui Sebelum Membeli Rumah

Silahkan merujuk tulisan diatas sebelum membaca tulisan ini.

5. Cari Tahu Referensi Harga

Cari informasi mengenai harga untuk rumah yang serupa di tempat sekitar yang Anda inginkan, maka mungkin Anda akan kaget dengan betapa ketidak tahuan berefek besar terhadap cara kita membeli.

Dalam hal ini juga, coba cari tahu tentang biaya pembangunan dan penawaran yang diberikan oleh perusahaan properti  perumahaan ya berbeda. Sangat disarankan apabila Anda menguasai bahkan dapat ahli dalam suatu bidang yang berkaitan dengan kita sehingga kita dapat melihat sesuatu dari sudut pandang berbeda.

6. Cari Tahu dan Bicara dengan Calon Tetangga Anda

Apakah itu rumah ataupun apartemen, tidak hanya menarik untuk mencari tahu siapa yang akan menjadi tetangga dekat rumah Anda dimasa yang akan datang, tapi juga mereka mungkin akan menceritakan kepada Anda beberapa informasi kecil yang penting dan detail, dan persepsi mereka tentang lingkungan sekitar, atau sekurangnya mereka akan menceritakan alasan kenapa mantan pemilik rumah yang akan Anda beli pindah atau menjual rumah mereka.

7. Cek Prosedur yang harus Dilakukan dan Biaya Ekstra yang Mungkin Ada

Proses jual beli rumah jelas bukan tugas yang sederhana, oleh karena itu, ada beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi jumlah budget uang yang akan Anda keluarkan/rencanakan, khususnya masalah yang berkaitan dengan peraturan, surat menyurat, dan biaya notaris dan komisaris.

Dalam hal ini, kami selalu menyarankan untuk meminta nasehat dan pendapat dari para ahli dan profesional.

8. Ketahui Hak Anda Sebagai Konsumer di Pasar Real Estate

Seringkali kita mengetahui kewajiban kita, tapi kurang ngeh dengan hak-hak kita.

Pada bidang real estate dan properti dimana disana Anda mengeluarkan investasi yang cukup besar dan ada banyak terlibat hal-hal yang tak tetap, maka begitu penting apabila Anda mencari tahu hak-hak yang berhubungan dengan Anda dan properti Anda dan mempersiapkan segalanya.

Demikian sedikit ulasan tentang 8 Tips yang Harus Anda Ketahui Sebelum Membeli Rumah, semoga bermanfaat.

Sebelumnya (Bag. 1)

 


Referensi: https://www.archdaily.com/914333/buying-a-home-what-you-should-know-before-you-purchase

8 Tips yang Harus Anda Ketahui Sebelum Membeli Rumah

8 Tips yang Harus Anda Ketahui Sebelum Membeli Rumah

Apakah Anda ingin membeli rumah dalam waktu dekat?

Sebelum melakukannya, sangat penting untuk mengetahui beberapa informasi dan tips penting seputar pembelian properti agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari akibat kurangnya informasi sebelum berbuat.

8 Tips yang Harus Anda Ketahui Sebelum Membeli Rumah

Berikut ini 8 tips yang harus Anda ketahui sebelum membeli rumah. Tips ini juga berguna bagi Anda yang ingin menyewa/mengontrak rumah.

1. Lokasi: Periksa Konteks Kota dan Perkembangannya

Dalam perumahan, info penting yangperlu diketahui bukan hanya kebutuhan dasar seperti bagaimana menekan biaya energi listrik, tapi juga memahami tentang akses terhadap kebutuhan dasar lainnya seperti layanan kesehatan, suplai kebutuhan sehari-hari, keamanan, transportasi, dan sebagainya.

Pada kasus ini, sangat penting jika Anda mencari tahu tentang proyek infrastuktu dan proses sosial yang sedang berjalan baik disekitar rumah yang akan Anda beli maupun pada skala yang lebih luas pada area tetangga Anda.

Cari tahu masalah yang berkaitan dengan apakah nilai properti akan bertambah atau berkurang di kemudian hari?

2. Ketahui Peraturan Lokal dan Peraturan Negara Tentang Properti

Pikirkanlah tentang rencana jangka panjang Anda dan cek apakah peraturan setempat memungkinkan calon rumah yang akan Anda beli bisa sesuai dengan kebutuhan Anda: dalam banyak kasu, ketidaktahuan tentang peraturan pembangunan setempat dapat menghalangi rencana Anda dalam hal perluasan atau renovasi rumah.

Penting juga jika Anda mengetahui apakah rumah yang akan Anda beli terdaftar dengan sah dan memenuhi peraturan yang berlaku pada pemerintah kota setempat, ini untuk menghindari kemungkinan adanya tuntutan hukum yang tidak menyenangkan di kemudian hari.

3. Perhitungkan Umur Bahan/Material dan Berapa Lama Ketahanannya

Bahan dan material bangunan tidak akan bertahan selamanya. Maka Anda perlu mengerti bahwa suatu saat nanti Anda perlu menginvestasikan pengeluaran Anda baik untuk pengecatan ulang maupun perbaikan beberapa bagian rumah Anda.

Maka sangat relevan jika Anda menyisihkan waktu untuk memeriksa kembali pada finishing dan kualitas material yang digunakan untuk mengetahui perkiraan biaya perbaikan di kemudian hari.

4. Pentingnya Memerikasa Struktur dan Instalasi

Tidak hanya Anda perlu memerikasa soal pemasangan seperti pemipaan air PAM atau listrik dan meterannya, tapi Anda juga perlu memerikasa struktur sistem pada rumah Anda. Ini akan membantu Anda untuk mengerti dengan cepat akan kapasitas ekstra jika di kemudian hari perlu renovasi, agar Anda nantinya tidak pusing sendiri.

Kembali lagi pada masalah peraturan setempat, sangat penting untuk memeriksa bahwa instalasi rumah sesuai dengan kebutuhan Anda, jika tidak maka akan menjadi masalah bagi keuangan Anda jika dibutuhkan update.

Bersambung…


Referensi: https://www.archdaily.com/914333/buying-a-home-what-you-should-know-before-you-purchase

5 Faktor Mengubah Tempat Kerja agar Menyenangkan

5 faktor menciptakan kenyamanan di kantor

Sungguh aneh bagaimana kita selalu merasa suntuk dan bosan ketika berada di kantor, dan produktifitas kita cenderung semakin menurun setiap minggu.

Kita tidak bisa terus menerus menyalahkan rekan kerja, klien atau hari senin atas rasa tertekan kita di tempat kerja; kadang bisa jadi penyebabnya adalah kursi yang sedang kita duduki kurang nyaman, lampu pencahayaan diatas komputer, atau mungkin suara printer yang bising di dekat kita.

Fakta lainnya menyebutkan bahwa rata-rata orang menghabiskan 70-80% waktu mereka berada di dalam ruangan, hampir 9 jam setiap harinya mereka habiskan di tempat kerja; dan penelitian menyebutkan bahwa kualitas lingkungan sebuah kantor memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang pada kenyamanan, kesehatan dan produktifitas orang yang berada di kantor tersebut.

Sementara penelitian tentang keadaan yang nyaman pada tempat kerja masih relatif terbatas, berikut kami telah mengumpulkan 5 faktor yang telah terbukti sangat berpengaruh pada kenyamanan seseorang di tempat kerja.

1. Kenyamanan thermal (thermal comfort)

5 faktor menciptakan kenyamanan di kantor
(sumber: officesnapshots.com)

Thermal comfort mungkin salah satu parameter yang sangat penting dan mudah dalam menentukan lingkungan dalam ruang (indoor).

Sementara tubuh manusia selalu menjaga suhunya agar berada pada rata-rata 37 C, maka thermal comfort bekerja dengan menyesuaikan setiap individu dengan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti faktor lokasi geografis, iklim, jenis kelamin, ras, usia, dll.

Theramal comfort dipengaruhi oleh 6 faktor, empat diantaranya dapat digolongkan kepada parameter lingkungan: suhu udara, mean radiant temperature (MRT), kelembapan udara yang relatif, dan kecepatan udara; sementara dua lainnya adalah dari faktor personal: tingkat metabolisme manusia dan isolasi melalui pakaian.

2. Kenyamanan akustik (pendengaran/suara)

penggunaan workstation dengan panel
Penggunaan workstation dengan panel juga membantu memblokir suara bising (sumber: thisweknow.org)

Kenyamanan akustik pada ruang interior adalah kecakapan dalam melindungi penghuni dari kebisingan baik dari luar maupun dalam seperti kebisingan di udara, kebisingan dari ruang yang berdekatan, kebisingan dari peralatan kantor dan suara dari fasilitas terdekat. Dan juga menyediakan lingkungan akustik yang sesuai untuk fungsi tempat kerja, contohnya adalah normal jika kita mendapati kebisingin pada lingkungan pabrik besi atau baja, tapi tidak demikian halnya pada kantor pemasaran.

Tata letak suatu ruangan juga berpengaruh besar pada kenyamanan pendengarang. Masalah kenyamanan pendengaran dan privasi juga telah diidentifikasi berpengaruh pada tingkat produktifitas para pekerja.

Setidaknya ada 3 strategi yang telah diajukan untuk menghindari kebisingan, yaitu: penyerapan suara menggunakan ubin plafon, menghalangi suara dengan menggunakan panel kotak kerja (workstation) dan tataletak ruangan kerja, dan menutup sumber suara menggunakan tehnik electronic sound masking.

Geometris sebuah ruangan juga berpengaruh terhadap kenyamanan pendengaran; Jika suatu area berbentuk segi empat kotak maka kenyamanan akan lebih baik; Bagaimanapun, apabila ruangan lebih sempit dan memanjang, maka ruangan akan menciptakan semacam efek pantulan suara diantara dindingnya yang menghasilkan lebih banyak kebisingan bagi penghuni ruangan.

Penggunaan material pada lantai juga berpengaruh pada penyerapan suara, penggunaan karpet juga membantu menyerap suara; Semakin keras dan solid material yang dipakai pada lantai maka makin sulit suara diserap.

SELANJUTNYA (BAG.2)

4 Aturan Pewarnaan Interior yang Harus Diketahui oleh Setiap Pecinta Desain Rumah (Bag. 2)

skema warna analog untuk desain interior ruangan
color wheel roda warna (skema)
Color wheel (sumber: decoart.com)

Skema Warna Komplementer

skema warna komplementer untuk desain interior
Skema warna komplementer untuk desain interior (sumber: freshome.com)

Dari sekian banyak warna yang biasanya digunakan oleh desainer interior, skema warna komplementer dianggap skema yang paling sederhana.

Hal itu karena skema warna ini hanya melibatkan dua model warna. Lebih tepatnya, dua warna yang saling berlawanan yang ada pada roda roda warna (color wheel), artinya Anda bisa menkombinasikan warna seperti biru dan orange, kuning dan ungu, dan merah dan hijau.

Seperti yang bisa Anda lihat pada gambar diatas, pasangan warna yang digunakan sangat kontras satu sama lain, artinya, meskipun skema warna ini tanpa ragu dapat memberikan energi yang kuat pada ruangan, harus tetap digunakan dalam dosis yang kecil.

Anda harus memperlakukan skema warna ini sebagai warna accent Anda, dan mesti menyeimbangkannya dengan menggunakan beberapa warna yang netral dan memberi ruang untuk pandangan agar lebih nyaman.

Skema Warna Analog

skema warna analog untuk desain interior ruangan
Skema warna analog adalah warna yang saling berdampingan pada color wheel/roda warna (sumber: freshome.com)

Jika Anda kesulitan dalam mengkombinasikan warna pada color wheel, mungkin skema warna analog dapat Anda coba.

Skema warna analog adalah warna yang bersebelahan pada color wheel. Caranya, pilih salah satu warna Anda, kemudian, untuk pasangannya gunakan warna baik disisi kiri maupun kanannya.

Disini, dua warna akan menjadi warna utama Anda, dan warna yang ketiga harus menggunakan warna gabungan antara keduanya. Misalnya warna merah, orange dan kuning atau merah, ungu dan biru.

Karena Anda menggunakan 3 warna, maka proporsinya harus dipastikan agar seimbang. Anda juga dapat menerapkan aturan warna 60-30-10 yang sebelumnya telah dibahas pada poin pertama bahasan ini. Anda selalu dapat menggunakan beragam kombinasi untuk warna yang sama dengan cara berbeda untuk menciptakan variasi visual.

 


Referensi: https://freshome.com/inspiration/these-are-the-4-color-rules-that-every-interior-design-fan-needs-to-know/

 

<< SEBELUMNYA

 

4 Aturan Pewarnaan Interior yang Harus Diketahui oleh Setiap Pecinta Desain Rumah

aturan dan cara memilih warna interior

Pewarnaan seringkali menjadi hal yang paling sulit dilakukan pada sebuah desain interior ruangan, hal itu karena sifat warna itu sendiri yang berubah-ubah.

Ada banyak warna yang dapat dipilih dan warna-warna ini dapat dikombinasikan dengan proporsi yang sesaui, jika tidak maka warna yang dihasilkan tidak akan harmonis.

Untungnya, ada beberapa aturan pewarnaan yang dapat Anda gunakan untuk memastikan agar warna Anda selalu bisa seimbang.

Apa saja rumus aturan pewarnaan tersebut?

Berikut ini kami telah mengumpulkannya untuk Anda, sebagai acuan setiap kali Anda hendak mengatur pewarnaan interior.

Aturan 60-30-10

aturan dan cara memilih warna interior
Contoh Aturan warna 60 30 10 (sumber: freshome.com)

Aturan 60 30 10 adalah aturan yang sangat membantu para interior desainer. Apapun selera estetika Anda, aturan ini mesti menjadi acuan yang tidak boleh Anda lewatkan. 60 30 dan 10 adalah persentase dari warna yang akan Anda gunakan. Berikut cara kerjanya.

Pertama, Anda memilih salah satu warna yang Anda sukai untuk menjadi warna dominan ruangan. Warna ini harus mewakili sekitar 60 persen dari warna seluruh ruangan.

Biasanya untuk warna ini memakai warna netral atau warna tenang yang dapat dijadikan warna dominan tanpa membuat tampilan sumpek.

Warna berikutnya akan menjadi warna sekunder ruangan interior Anda, biasanya memakai warna yang lebih gelap dari warna pertama dan digunakan sekitar 30 persen pada ruangan Anda.

Terakhir adalah warna accent dan menjadi warna paling gelap untuk ruangan Anda, warna ini Anda gunakan untuk sisa 10 persen dari warna ruangan interior Anda.

Warna Hangat vs. Warna Dingin

aturan dan cara memilih warna interior 02
(sumber: freshome.com)

Istilah warna hangat dan warna dingin mengacu pada spektum warna tertentu pada table / roda warna.

Secara tradisional, warna seperti merah, orange, dan kuning dikategorikan kedalam warna yang hangat. Tapi, pada perkembangannya, warna netral seperti coklat juga termasuk dalam warna tersebut.

Pada sprektrum yang berlawanan ada warna yang lebih dingin seperti warna biru, hijau, ungu dan  abu-abu.

Memilih warna hangat atau warna dingin akan mempengaruhi energi dari sebuah ruangan. Untuk warna hangat baiknya diaplikasikan pada ruang hiburang, karena warna ini cenderung memberikan rasa yang welcoming.

Sedangkan warna yang kalem sebaiknya digunakan pada kamar tidur atau ruang kantor, dimana energi yang lebih kalem diperlukan.


Referensi: https://freshome.com/inspiration/these-are-the-4-color-rules-that-every-interior-design-fan-needs-to-know/

 

SELANJUTNYA>>

 

Tahapan Membangun Rumah di Amerika Serikat

Tahapan Membangun Rumah di Amerika Serikat 01

Salah satu yang menarik tentang perumahan di Amerika Serikat (USA) adalah bahwa sebagian besarnya dibangun menggunakan praktek bangunan yang telah distandarisasi.

Salah satu alasan untuk konsistensi ini adalah adanya satu paket seragam kode pembangunan yang berlaku di seluruh wilayah Amerika.

Alasan lainnya adalah masalah biaya, teknik yang digunakan untuk membangun rumah secara cepat dengan biaya yang relatif rendah.

Jika Anda pernah melihat pembangunan rumah di Amerika, Anda akan menemukan pembangunannya akan melalui tahapan-tahapan berikut:

  1. Perataan tanah dan persiapan lokasi
  2. Pembanguanan pondasi
  3. Framing
  4. Pemasangan pintu dan jendela
  5. Pengatapan
  6. Pemasangan dinding
  7. Pemasangan listrik tahap awal
  8. Pemipaan tahap awal
  9. HVAC (ventilasi, AC, pemanasan , dll)
  10. Insulasi
  11. Drywall, adalah pemasangan dinding interior biasanya menggunakan material seperti papan gypsum, kayu plywood, dll
  12. Trim
  13. Pengecatan
  14. Finishing kelistrikan
  15. Pemasangan lemari dan laci untuk kamar mandi dan dapur
  16. Finishing pemipaan
  17. Pemasangan lantai dan pengkarpetan
  18. Finishing HVAC (ventilasi, AC, pemanasan , dll)
  19. Pemasangan air atau penggalian/pengeboran sumur
  20. Pemasangan septic system
  21. Punch list, adalah dokumen yang disiapkan di dekat akhir pekerjaan daftar proyek konstruksi yang tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak yang harus diselesaikan oleh kontraktor umum sebelum pembayaran akhir.

Banyak poin dari langkah-langkah diatas dikerjakan oleh kru independen yang disebut dengan subkontrakor. Misalnya pekerjaan framing, biasanya dikerjakan oleh subkontraktor yang memiliki keahlian khusus dalam framing, sedangkan pemasangan atap dikerjakan oleh subkontraktor lainnya yang berbeda. Setiap subkontraktor adalah bisnis tersendiri yang independen. Seluruh subkontraktoor dikoordinasikan oleh satu kontraktor yang mengawasi pekerjaan dan bertanggung jawab terhadap penyelesaian pekerjaan secara tepat waktu dan sesuai budget.

Pengertian Pergola, Macamnya dan Perbedaannya dengan Kanopi

pergola kayu minimalis warna putih

Pengertian Pergola, Macamnya dan Perbedaannya dengan Kanopi – Berbeda dengan kanopi, jarang orang mengetahui yang namanya pergola. Maka pada artikel ini kami akan membahas sedikit mengenai hal ini. Selamat membaca.

Apa itu Pergola?

Pergola adalah bangunan (struktur) luar ruangan yang terdiri dari tiang-tiang untuk menopang atap berupa kisi-kisi balok, dan kasau. Atap kisi-kisi balok ini dapat dibiarkan terbuka begitu saja atau dapat juga ditutup. Perola dapat dibangun menempel pada rumah atau terpisah, seperti di tengah taman misalnya. (sumber)

Pargola dapat dibiarkan terbuka tanpa atap, tapi dapat juga ditutup dengan tumbuhan rambat. Jadi atapnya adalah atap alami dari tumbuhan, bukan atap seng atau galvalum.

pergola kombinasi beton dan kayu

Perbedaan Pergola dengan Kanopi

Sekilas pargola mirip dengan kanopi, tapi sebenarnya keduanya memiliki beberapa perbedaan. Diantara perbedaanya ialah:

Struktur Atap

Secara visual, yang tampak berbeda dengan kanopi adalah pada atapnya. Jika kanopi bisa menggunakan atap apa saja, atap pergola hanya berupa kisi balok dan kasau.

Kisi balok tersebut umumnya dari bahan kayu, namun bisa juga menggunakan baja ringan atau beton. Kisi balok ini dapat dibiarkan terbuka dan bisa juga ditutup dengan tanaman rambat sebagai peneduhnya.

Atap pada kanopi biasanya dibuat miring agar air hujan dapat mengalir kebawah, namun atap pergola dibuat datar saja.

Fungsi

Fungsi pergola terbatas hanya untuk tempat bersantai menikmati area luar ruangan. Oleh karena itu, bangunan ini sering kali dibangun ditengah taman.

Adapun kanopi, fungsinya lebih beragama. Multifungsi. Kanopi dapat dijadikan sebagai tempat berteduh/parkir kendaraan, tempat bersantai, dan sebagainya.

Bahan

Pergola biasanya dibuat dari kayu. Karena fungsinya sebagai tempat untuk bersantai, maka kayu lebih cocok untuk memberi kesan teduh dan alami. Namun pada perkembangannya, kini orang-orang ada yang membuat struktur ini dari bahan beton, logam, atau kombinasi dari bahan-bahan tersebut.

Adapun kanopi material pembuatnya lebih beragam, mulai dari kanopi kayu, kanopi baja ringan, kanopi dak beton dan lainnya.

Macam-Macan Pergola

Ada macam-macam struktur untuk tempat bersantai ini, baik dari segi bahannya maupun model dan peletakannya. Berikut beberapa diantaranya:

Pergola Taman Minimalis

pergola taman minimalis dari kayu

Pergola Kayu Minimalis

Asalnya bangunan ini memang dibuat dari kayu. Karena fungsinya sebagai tempat untuk rileks, maka kayu lebih cocok untuk itu, karena kayu memberi kesan alami, natural dan teduh.

pergola kayu minimalis warna putih

 

pergola kayu alami

Pergola Wedding/Pernikahan

pergola wedding pernikahan

Pergola wedding atau pernikahan adalah digunakan untuk acara walimahan atau pesta pernikahan di luar ruangan yang umum ditemukan pada kebudayaan barat. Biasanya dibuat di taman atau di tepi pantai, dan dihiasi dengan ornamen bunga dan dekorasi khas untuk wedding.

Pergola Baja Ringan dan Besi

Struktur tiang maupun kisi-kisinya terbuat dari besi atau baja ringan. Baja ringan, selain ringan juga lebih tahan lama, anti karat dan korosi, cocok untuk bangunan outdoor.

pergola dari baja ringan

Demikian sedikit ulasan tentang pergola, pengertian dan macam-macamnya. Semoga bermanfaat.

Berapa Lama Atap Galvalum Bisa Bertahan?

umur atap galvalum

Berapa Umur Atap Galvalum?

Atap galvalum atau baja ringan yang tanpa dicat dapat bertahan sampai dengan 40 tahun. Ketika korosi mulai memasuki bagian permukaan lapisan, integritas sebuah baja akan mengalami masalah dan sedikit demi sedikit akan rusak. (sumber)

Bisakah Atap Galvalum Dicat?

Jawabannya adalah sangat bisa. Namun, tanpa dicat pun, galvalum sudah memiliki permukaan yang bagus dengan warna silvernya. Atap galvalum dapat dicat dengan berbagai macam jenis pewarna.

bisakah atap galvalum dicat warna
(indiamart.com)

Seperti layaknya mengecat permukaan lainnya, jika ingin dicat hendaknya permukaan galvalum dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran, tanah, debu dan minyak.

 


Referensi:

  • https://d1uj7t3vxtt0z2.cloudfront.net/Documents/Technical%20Bulletins/Painting%20Galvalume.pdf

Pengertian Galvalum, Ketebalan, Aplikasi dan Jenis Logam

Pengertian Galvalum, Ketebalan, Aplikasi dan Jenis Logam

Pengertian Galvalum, Ketebalan, Aplikasi dan Jenis Logam yang Digunakan – Galvalum adalah lapisan (coating) yang terdiri dari paduan (alloy) zinc (seng), alumunium dan silicon, yang digunakan untuk melindungi suatu logam (biasanya besi/baja) dari oksidasi (keropos).

Nama lain dari galvalum (galvalume) adalah zincalume, namun orang Indonesia lebih mengenalnya dengan sebutan baja ringan.

Apa Fungsi dan Manfaat Galvalum

Fungsi utama galvalume adalah untuk melindungi logam yang berbasiskan besi yang rentan terhadap karat.

Besi yang dilapisi dengan galvalume lebih mampu menahan oksidasi daripada besi polos biasa yang tanpa galvalume. Karena campuran zinc dan aluminium  pada galvalume menjaga permukaan besi dari lingkungan luar.

Perbedaan Galvalum dan Galvanisasi

Perbedaan utama galvalume dan digalvanisasi adalah bahwa galvalume merupakan perpaduan antara alumunium, seng dan silikon, sedangkan bahan galvanisasi 100% dari seng (zinc).

Komposisi 3 elemen pada pelapisan galvalume adalah 50% aluminium, dibawah 50% seng, dan sedikit silicon.

Logam yang dilapisi galvalum memiliki daya proteksi yang lebih baik daripada logam galvanisasi biasa.

Seiring waktu, performa galvalume cenderung lebih baik daripada galvanisasi, terutama ketika bersentuhan dengan air atau cairan lainnya yang dapat mempercepat proses oksidasi.

Galvalume sedikit kemungkinan berkarat dibandingkan dengan galvanisasi, meskipun setelah beberapa puluh tahun.

secara estetika, galvalume juga lebih bagus dibandingkan dengan galvanized steel (besi baja yang digalvanisasi).

Ketebalan Lapisan 

Lapisan galvalume diterapkan pada suatu logam besi dengan metode penyelupan panas (hot dipping process), mirip dengan proses galvanisasi. Oleh karena itu, ketebalan galvalum tidak jauh beda dengan ketebalan galvanisasi, yaitu sekitar 1 milimeter.

Namun ketebalan pastinya dapat berbeda tergantung pada spesifikasi.

Jenis Logam yang Digunakan 

Lapisan galvalume umumnya diterapkan pada baja karbon (carbon steel). Tapi, bagaimanapun hampir semua bahan yang dapat digalvanisasi dapat juga dilapisi dengan galvalum. Diantara logam yang dapat dilapisi galvalume ialah seperti berikut:

  • Besi cor (cast iron)
  • Baja Tahan Karat Feritik (Ferritic Stainless Steel)
  • Baja Tahan Karat Martensit (Martensitic Stainless Steel)
  • Baja Paduan Rendah (Low Alloy Steels)

Penggunaan Galvalum

paneling dan roofing atap galvalum

Atap dan paneling luar ruangan (outdoor) adalah diantara penggunaan galvalume paling umum. Galvalume digunakan karena ketahanannya yang luar biasa terhadap korosi di luar ruangan lebih baik dari logam galvanisasi biasa. Galvalum dapat menahan keropos dan karat ketika terpapar salju, es dan hujan.

Penggunaan yang Tidak Cocok untuk Galvalum

Galvalum tidak cocok digunakan pada lingkungan yang mengandung banyak zat Alkali. Kandungan aluminium pada galvalume tidak bekerja dengan baik jika bersinggungan dengan lingkungan Alkali. Sebagai gantinya, logam yang digalvanisasi mungkin pilihan yang baik untuk lingkungan seperti itu.

Dan juga galvalume tidak berfungsi dengan baik jika ia rusak atau banyak tergores. Untuk lingkungan yang rentan dengan goresan dan benturan, sebaiknya gunakan logam galvanisasi.

 


Referensi: https://www.metalsupermarkets.com/what-is-galvalume/